Dunia persepakbolaan Tanah Air kembali berduka setelah nyawa salah seorang The Jakmania yang diketahui bernama Haringga Sirla meregang nyawa di Stadion GBLA, Minggu 25/09/2018, beberapa saat sebelum pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta berlangsung.
Haringga tewas mengenaskan di tempat kejadian setelah dikeroyok oleh oknum yang memakai atribut pendukung Persib Bandung. Haringga meninggal di tempat kejadian dengan kondisi yang sangat parah.
Tak hanya dihujani oleh bogem mentah, Haringga juga dipukuli dengan balok kayu, helm dan batu.
Tak ada satupun dari puluhan atau bahkan ratusan yang ada ditempat kejadian mencoba menghentikan aksi tak pantas tersebut.
Bahkan hingga saat ini, tanda tanya masih menyelimuti publik kemanakah pihak keamanan ketika kejadian berlangsung. Padahal, sebelumnya pihak kepolisian dikabarkan telah menerjunkan 4000 personel gabungan yang terdiri dari Polrestabes Bandung, Polda Jawa Barat dan TNI.
Sebelumnya, dilansir dari Sumber.com (24/09/2018), salah seorang saksi mata yang merupakan kerabat korban menyebut adanya pembiaran yang dilakukan oleh oknum petugas kepolisian dalam terjadinya insiden tragis tersebut.
Namun, pihak kepolisian melalui Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan pernyataan saksi mata di atas sebagai hoax seperti dilansir dari tirto.id (25/09/2018).
www.kompas.tv
Dan baru-baru ini, pihak kepolisian memberikan penjelasan dimanakah pihak kemanan ketika kejadian tersebut berlangsung. Melalui Kapolrestabes Bandung, Kombes Irwan Sugema menjelaskan bahwa saat kejadian berlangsung, anggota Polisi tengah mengantisipasi membludaknya masa di pintu lain.
Dan baru-baru ini, pihak kepolisian memberikan penjelasan dimanakah pihak kemanan ketika kejadian tersebut berlangsung. Melalui Kapolrestabes Bandung, Kombes Irwan Sugema menjelaskan bahwa saat kejadian berlangsung, anggota Polisi tengah mengantisipasi membludaknya masa di pintu lain.
www.bolasport.com
"Saat kejadian, anggota kami tengah mengantisipasi massa suporter yang diantaranya tidak membawa tiket tapi memaksa masuk ke area stadion. Pola pengamanan sudah maksimal, dan kami juga mengaharapkan panitia supaya maksimal untuk memberikan sarana memadai bagi penonton yang tidak mungkin masuk ke stadion karena kepastiannya hanya 38 ribu," ujarnya seperti dikutip dari Bolasport.com (25/09/2018).
Jadi, saat kejadian pihak kemanan memang tengah fokus dalam mengantisipasi kelompok suporter yang sangat banyak dan memaksa masuk stadion. Itulah laporan terbaru mengenai kenapa pihak keamanan tidak ada di tempat saat aksi pengeroyokan berlangsung.
Sumber : ucnews.com

